PELAKSANAAN KEGIATAN PPM A. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pelatihan Pengembangan Laboratorium IPS Terpadu untuk Guru-Guru SMP Se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini dilakukan selama 1 hari dari jam 08.00 – 16.00 WIB, pada hari Minggu tanggal 19 Desember 2010 bertempat di Gedung O1, Ruang Pendidikan Karakter, FISE UNY.
Peserta pelatihan sebanyak 25 orang guru-guru IPS SMP Negeri maupun Swasta se- Provinsi DIY, yang terdiri dari 5 orang guru SMP dari kabupaten Kulon Progo, 6 orang guru SMP dari kabupaten Bantul, 10 orang guru SMP dari kabupaten Sleman, 2 orang guru SMP dari kabupaten Gunungkidul dan 2 orang guru SMP dari kotamadya Yogyakarta (Daftar Peserta Terlampir).
Pelatihan ini dikemas secara edutaiment dengan metode ceramah bervariasi dengan menggunakan power point, slide gambar, animasi, film dan alat peraga (alat-alat laboratorium) yang menarik sehingga proses pelatihan tidak membosankan peserta. Back sound music, ruang pelatihan yang kondusif dan tempat duduk peserta pelatihan dengan meja-meja bundar yang melingkar per kelompok dengan 4 samapai 5 orang guru yang digunakan dalam pelatihan ini sangat mendukung suasana pembelajaran.
Pada pelatihan ini, instruktur atau nara sumber terdiri dari 4 orang dari berbagai bidang keahlian, yaitu:
1. Instruktur pertama, Bpk. Suharno, M.Si dari jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, selaku ketua TIM PPM ini yang membuka pelatihan dan sekaligus sebagai pemateri “Selayang Pandang tentang Laboratorium IPS Terpadu. Waktu dari jam 08.00 – 09.00 WIB.
2. Instruktur kedua, Bpk. Supardi, M.Pd dari jurusan Pendidikan Sejarah, menyampaikan tentang Laboratorium IPS Terpadu dari kajian atau perspektif sejarah dan sosiologi. Waktu dari jam 09.15 – 11.15 WIB.
3. Instruktur ketiga, Bpk. Udia Haris Hadori dari jurusan Pendidikan Geografi, menyampaikan tentang Laboratorium IPS Terpadu dari kajian atau perspektif geografi. Waktu jam 11.15 – 12.30 dilanjutkan 13.15 – 14.00 WIB.
4. Instruktur keempat, Bpk. Supriyanto, MM dari jurusan Pendidikan Ekonomi menyampaikan tentang Laboratorium IPS Terpadu dari kajian atau perspektif ekonomi. Waktu jam 14.30 – 16.00 WIB.
B. Pembahasan
Pelatihan ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari semua peserta, baik dari segi jumlah peserta, asal sekolah peserta yang juga mencakup semua kabupaten/kotamadya di DIY yang telah dapat memenuhi target dari panitian. Di sisi lain dalam pelaksanaannya-pun pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari semua peserta. Peserta sebagian besar nampak antusias dan bersemangat selama mengikuti pelatihan walaupun pelatihan ini dilaksanakan sehari penuh.
Antusiasme peserta ini memang nampak menonjol dalam hampir semua sesi Hal bisa dipahami karena para peserta memang rata-rata baru pertama kali mengikuti pelatihan semacam ini. Di lain pihak memang banyak peserta yang membawa misi atau tugas dari sekolah untuk mempersiapkan keberadaan Laboratorium IPS Terpadu di sekolah khususnya bagi sekolah yang memang laboratorium IPS terpadunya belum ada. Ada peserta yang sangat serius mengikuti pelatihan ini karena mereka memang ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam rangka mengembangkan atau mengisi alat-alat peraga apa saja yang perlu ada di laboratorium IPS Terpadu yang sudah ada di sekolah tersebut.
Dalam pelaksanaan pelatihan ini banyak muncul diskusi dan pertanyaan-pertanyaan. Ada tiga hal yang menonjol antara lain berkisar: (1) Alat-alat peraga apa saja yang idealnya ada di laboratorium IPS Terpadu di sekolah? (Berkaitan dengan isi laboratorium); (2) Bagaimana membawa siswa untuk memahami berbagai fenomena-fenomena di masyarakat dengan menggunakan keterpaduan ilmu pengetahuan sosial sebagai alat untuk menjawab fenomena-fenomena tersebut. (3) Bagaimana meyakinkan siswa akan arti pentingnya laboratorium IPS agar menjadikan siswa mampu berpikir kritis, analitis, integrated dan berwawasan ke depan.
Dari pelaksanaan pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan PPM ini secara umum dapat dikatakan berhasil atau berjalan dengan kategori baik, hal ini dapat diamati dari target jumlah peserta, asal peserta dan antusiasme peserta. Pelatihan ini juga mampu menyadarkan guru bahwa laboratorium IPS Terpadu mestinya harus ada di sekolah, pengetahuan guru IPS tentang laboratorium IPS serta alat peraga/isi lab juga meningkat. Demikian juga kemampuan guru untuk memahami fenomena-fenomena di masyarakat dengan pola pikir keterpaduan IPS juga meningkat. Oleh karena itu untuk pelaksanaan dimasa yang akan datang hal atau pelatihan semacam ini sangat perlu. Untuk pemahaman yang lebih komprehensif barangkali unsur waktu masih perlu dipertimbangkan untuk ditambah, demikian juga untuk meningkatkan kemampuan yang lebih riil perlu juga diperkenalkan praktek-praktek langsung penggunaan alat-alat dan pendalaman di laboratorium IPS Outdoor.
Kegiatan pelatihan Pengembangan Laboratorium IPS Terpadu untuk Guru-Guru SMP Se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini dilakukan selama 1 hari dari jam 08.00 – 16.00 WIB, pada hari Minggu tanggal 19 Desember 2010 bertempat di Gedung O1, Ruang Pendidikan Karakter, FISE UNY.
Peserta pelatihan sebanyak 25 orang guru-guru IPS SMP Negeri maupun Swasta se- Provinsi DIY, yang terdiri dari 5 orang guru SMP dari kabupaten Kulon Progo, 6 orang guru SMP dari kabupaten Bantul, 10 orang guru SMP dari kabupaten Sleman, 2 orang guru SMP dari kabupaten Gunungkidul dan 2 orang guru SMP dari kotamadya Yogyakarta (Daftar Peserta Terlampir).
Pelatihan ini dikemas secara edutaiment dengan metode ceramah bervariasi dengan menggunakan power point, slide gambar, animasi, film dan alat peraga (alat-alat laboratorium) yang menarik sehingga proses pelatihan tidak membosankan peserta. Back sound music, ruang pelatihan yang kondusif dan tempat duduk peserta pelatihan dengan meja-meja bundar yang melingkar per kelompok dengan 4 samapai 5 orang guru yang digunakan dalam pelatihan ini sangat mendukung suasana pembelajaran.
Pada pelatihan ini, instruktur atau nara sumber terdiri dari 4 orang dari berbagai bidang keahlian, yaitu:
1. Instruktur pertama, Bpk. Suharno, M.Si dari jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, selaku ketua TIM PPM ini yang membuka pelatihan dan sekaligus sebagai pemateri “Selayang Pandang tentang Laboratorium IPS Terpadu. Waktu dari jam 08.00 – 09.00 WIB.
2. Instruktur kedua, Bpk. Supardi, M.Pd dari jurusan Pendidikan Sejarah, menyampaikan tentang Laboratorium IPS Terpadu dari kajian atau perspektif sejarah dan sosiologi. Waktu dari jam 09.15 – 11.15 WIB.
3. Instruktur ketiga, Bpk. Udia Haris Hadori dari jurusan Pendidikan Geografi, menyampaikan tentang Laboratorium IPS Terpadu dari kajian atau perspektif geografi. Waktu jam 11.15 – 12.30 dilanjutkan 13.15 – 14.00 WIB.
4. Instruktur keempat, Bpk. Supriyanto, MM dari jurusan Pendidikan Ekonomi menyampaikan tentang Laboratorium IPS Terpadu dari kajian atau perspektif ekonomi. Waktu jam 14.30 – 16.00 WIB.
B. Pembahasan
Pelatihan ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari semua peserta, baik dari segi jumlah peserta, asal sekolah peserta yang juga mencakup semua kabupaten/kotamadya di DIY yang telah dapat memenuhi target dari panitian. Di sisi lain dalam pelaksanaannya-pun pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari semua peserta. Peserta sebagian besar nampak antusias dan bersemangat selama mengikuti pelatihan walaupun pelatihan ini dilaksanakan sehari penuh.
Antusiasme peserta ini memang nampak menonjol dalam hampir semua sesi Hal bisa dipahami karena para peserta memang rata-rata baru pertama kali mengikuti pelatihan semacam ini. Di lain pihak memang banyak peserta yang membawa misi atau tugas dari sekolah untuk mempersiapkan keberadaan Laboratorium IPS Terpadu di sekolah khususnya bagi sekolah yang memang laboratorium IPS terpadunya belum ada. Ada peserta yang sangat serius mengikuti pelatihan ini karena mereka memang ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam rangka mengembangkan atau mengisi alat-alat peraga apa saja yang perlu ada di laboratorium IPS Terpadu yang sudah ada di sekolah tersebut.
Dalam pelaksanaan pelatihan ini banyak muncul diskusi dan pertanyaan-pertanyaan. Ada tiga hal yang menonjol antara lain berkisar: (1) Alat-alat peraga apa saja yang idealnya ada di laboratorium IPS Terpadu di sekolah? (Berkaitan dengan isi laboratorium); (2) Bagaimana membawa siswa untuk memahami berbagai fenomena-fenomena di masyarakat dengan menggunakan keterpaduan ilmu pengetahuan sosial sebagai alat untuk menjawab fenomena-fenomena tersebut. (3) Bagaimana meyakinkan siswa akan arti pentingnya laboratorium IPS agar menjadikan siswa mampu berpikir kritis, analitis, integrated dan berwawasan ke depan.
Dari pelaksanaan pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan PPM ini secara umum dapat dikatakan berhasil atau berjalan dengan kategori baik, hal ini dapat diamati dari target jumlah peserta, asal peserta dan antusiasme peserta. Pelatihan ini juga mampu menyadarkan guru bahwa laboratorium IPS Terpadu mestinya harus ada di sekolah, pengetahuan guru IPS tentang laboratorium IPS serta alat peraga/isi lab juga meningkat. Demikian juga kemampuan guru untuk memahami fenomena-fenomena di masyarakat dengan pola pikir keterpaduan IPS juga meningkat. Oleh karena itu untuk pelaksanaan dimasa yang akan datang hal atau pelatihan semacam ini sangat perlu. Untuk pemahaman yang lebih komprehensif barangkali unsur waktu masih perlu dipertimbangkan untuk ditambah, demikian juga untuk meningkatkan kemampuan yang lebih riil perlu juga diperkenalkan praktek-praktek langsung penggunaan alat-alat dan pendalaman di laboratorium IPS Outdoor.
C. Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan
1. Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah:
· Instruktur/nara sumber yang sudah berpengalaman dalam bidang masing-masing
· Media, peralatan/peraga serta contoh alat-alat laboratorium yang sangat lengkap didukung ruang yang kondusif menjadikan pelatihan jadi menarik.
· Dukungan dari peserta (guru IPS) yang sudah berpengalaman lama, rasa ingin mengembangkan diri dan semangat mengikuti kegiatan yang tinggi.
· Tim PPM yang solid dan kompak
· Dukungan yang baik dari pihak sekolah asal peserta dan dukungan dari FISE UNY diadakanya kegiatan ini.
2. Faktor-faktor yang menjadi kendala dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
Dalam melaksanakan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala yang berarti. Ada sedikit hambatan yaitu: (1) pada waktu yang terbatas sementara ada empat instruktur/narasumber pembagian waktu terbatas (singkat) untuk masing-masing nara sumber akibatnya hasilnya kurang optimal. Di sisi lain proses pelatihan ini hanya dalam kelas, sehingga pengetahuan peserta tentang Laboratorium IPS Outdoor masih kurang optimal.
D. Hasil Kegiatan PPM
1. Kegiatan ini diikuti oleh 25 guru-guru IPS SMP baik dari sekolah Negeri maupun sekolah Swasta dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Meningkatnya pengetahuan para guru IPS SMP peserta pelatihan tentang penting/urgensinya keberadaan Laboratorium IPS Terpadu di sekolah-sekolah SMP.
3. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para guru IPS SMP peserta pelatihan tentang keberadaan alat-alat peraga peraga atau isi laboratorium IPS Terpadu yang diperlukan.
4. Peserta sangat senang dengan diadakannya PPM ini dan berharap agar diwaktu yang akan datang diselenggarakan lagi.
5. Meningkatnya citra FISE khususnya dan UNY pada umumnya sebagai salah satu fakultas yang memiliki program-program studi ilmu sosial dari perguruan tinggi terdepan penghasil calon-calon Guru (LPTK) di DIY dimata Guru-guru IPS se-Provinsi DIY.






0 komentar:
Posting Komentar